Si Cengeng Versus Si Tegar
Lomba Makan Pare Se-Dunia (copas dari temen)
Negeri Senyuman menyelenggarakan Lomba Makan Pare Sedunia. Lomba diikuti oleh tiga peserta yaitu Negeri Senyuman sebagai tuan rumah, Negeri Awan, dan Negeri Antah Berantah.
Lomba ini tergolong sangat sulit. Bayangkan, tiap peserta harus makan satu karung pare yang terpahit. Peserta tidak boleh keluar dari gelanggang jika pare tersebut belum dihabiskan semua. Peserta yang telah menghabiskan sepuluh buah pare, mendapat satu hadiah hiburan yang bertahap makin besar nilainya, hingga hadiah utama jika ia benar-benar mampu melahap satu karung pare itu.
Perlombaan dimulai. Peserta dari Negeri Awan tampak pucat setelah mengunyah pare pertamanya. Bahkan ia hanya mampu menghabiskan sebuah pare dan menyisakan sekarung penuh pare tanpa boleh keluar dari gelanggang.
Peserta dari Negeri Antah Berantah masih lumayan. Digigitnya pare bagiannya sedikit demi sedikit, dengan ekspresi wajah yang tak keruan. Mulutnya terus menggumam penuh keluh kesah yang tak tertahankan.
Peserta dari tuan rumah, Negeri Senyuman, tampil paling kreatif. Pare-pare itu dimasaknya menjadi santapan yang lezat. Memang sebetulnya tidak ada larangan dari panitia untuk mengolah pare itu lebih dulu, yang penting semua pare dapat masuk ke perut peserta lomba.
Sepuluh pare pertama ditumisnya, dicampur udang kecil dan cabe rawit. Sebelum dimasak, pare dilumatnya dulu dengan garam lalu dibilas, hingga makin hilang rasa pahitnya. Sepuluh pare kedua direbus dan dimakannya dengan siomay dan bumbu kacang hingga licin tandas. Aadapun sepuluh pare ketiga, diisinya dengan daging cincang lalu dikukus. Pare demi pare dihabiskannya hingga ia berhasil mendapatkan satu demi satu hadiah hiburan serta berhak menggondol hadiah utama.
Sahabat, lomba makan pare sedunia ini bagaikan masalah atau ujian hidup bagi kita. Ada tiga pilihan kita menjalaninya. Pertama, lari darinya, seperti peserta dari Negeri Awan kemudian menyisakan setumpuk persoalan yang tak terselesaikan.
Kedua, menjalani ujian dengan berat hati, seperti peserta dari Negeri Antah Berantah. Ia melalui satu demi satu ujian kehidupan dengan keluh kesah.
Ketiga, menikmati ujian seperti sang juara. Karena masalah dan ujian hidup itu adalah suatu kepastian yang harus dilalui setiap anak manusia, mengapa tak menghadapinya dengan lebih nikmat, walau sepahit apapun? Katakanlah pada setiap masalah yang menghampiri, “Selamat datang masalah, aku akan menghadapimu dengan senyuman, hingga dapat kucari solusimu dengan hati lapang dan tenang”.
Dengan sikap demikian, masalah tidak akan terlalu membuat hati kita sempit. Ujian hidup datang dan pergi sebagai konsekuensi atas eksistensi kita sebagai manusia. Menyelesaikan tiap masalah membuat kita bertambah cerdas dan dewasa sebagai bonusnya, bagaikan hadiah hiburan lomba makan pare di atas. Kita dapat memilih, untuk menjadikan masalah sebagai sesuatu yang kita nikmati. Seperti pahitnya pare yang dapat diolah menjadi tumis lezat, siomay pare, pare kukus, dan aneka makan nikmat lainnya. Selamat menikmati masalah, dengan senyuman.
Tiga Kunci Sukses Memanaje Masalah (Versi Shindy Viandra Charmelita)
Sebenarnya saya adalah saya, dalam tulisan ini, saya akan mengungkap secara blak-blakan behave saya dalam menghadapi hidup ini...pertama, saya itu orangnya sabar...sabar banget, ini dia ni yang paling penting bagi seorang shindy atau nilai tambahnya shindy...dalam situasi apapun saya tetap sabar..wlwpun saya berkata demikian tak jarang loh saya kesulitan memanaje rasa sabar ini bila terus-terusan ada orang yang memfitnah saya. Masalahnya saya seorang shindy viandra charmelita adalah manusia ciptaan Allah SWT yang tidak sesempurna baginda Muhammad SAW, nah itu pasti si saya ini ada yang namanya suatu limit sabar itu sampai dimana dan sampai kondisi tertentu, ya kan?? benar gak sih?? jangan asal benar-benar aja, coba cari referensinya, hayoo!!!
Memang sih saya rasa banyak hal dalam diri saya yang membuat orang lain iri, nah..itulah dia..kadang susah lo membedakan plus memanaje rasa sabar antara sabar cobaan Tuhan pas kita melakukan kesalahan dan sabar cobaan Tuhan pas kita difitnah orang lain (dalam artian kita gak bersalah)...ni dia yang membuat aku bingung kalo kita difitnah itu gimana ya sebaiknya?? untuk menyimak jawabannya mari kita lihat paragraf selanjutnya.
Come Back Again, kalo ada masalah, ya ngadu aja dengan kekasih hati yaitu Allah SWT. Dia pasti akan menjawab semua masalah. Karena Dia memberikan cobaan kepada kita sesuai dengan kemampuan kita. Rabbana Laa Tuzghqullubana Ba'dal idz hadaitana wahablana min ladunka Rahmatan innaka Antal Wahhab. Ya, Allah Jangan Kau beri Kami Beban Diluar Batas Kemampuan Kami. AAMMIIIN ya Rabb,
Cangkir yang cantik (secantik aku)
Kedahsyatan Berpasrah
ternyata sesuatu yang mungkin dirasa tidak bisa dilakukan, berubah 180 derajat menjadi bisa, walaupun tidak sesempurna yang diinginkan,
tapi lumayanlah untuk tingkat dadakan.






